[Liputan Media] Kemkeu: SPAN Terealisasi Penuh Tahun 2013

BALI, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengungkapkan, Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang merupakan sistem manajemen keuangan pemerintah yang terintegrasi ditargetkan akan terlaksana penuh pada 2013.

Dengan sistem ini, segala bentuk transaksi keuangan pemerintah diharapkan dapat lebih baik.

"Pada dasarnya sistem itu (SPAN) merupakan upaya untuk mengintegrasikan seluruh proses sistem dalam penganggaran ataupun perbendaharaan dengan memanfaatkan IT," ujar Agus kepada Kompas.com di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman terkait harmonisasi pengelolaan rekening pemerintah di Bali, Sabtu (22/10/2011) malam.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, terutama dari sisi sitem IT, ia mengatakan, secara otomatis akan terbangun database yang terintegrasi. Sistem SPAN ini, kata Agus, menyangkut organisasi yang sangat kuat, baik itu kementerian, lembaga, maupun badan-badan.

Melalui sistem yang terintegrasi, proses penyusunan anggaran mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan pertanggungjawabannya dapat dilakukan secara tepat, akurat, transparan, dan akuntabel.

Meski baru diterapkan penuh pada 2013, secara bertahap akan mulai dilakukan peralihan ke SPAN pada 2012. Saat ini, sistem yang digunakan masih terpencar dengan adanya perbedaan software. Hal ini menyebabkan banyak persoalan yang muncul. Jika telah diberlakukan, bukan berarti sistem yang berlaku saat ini akan dihapuskan sepenuhnya. Akan tetapi, akan dirancang terkoneksi dengan SPAN.

"Sehingga nanti database mengenai APBN (yaitu) penyusunan anggaran perbendaharaan akan terintegrasi dan kami gunakan secara nasional," kata Agus.

Untuk pembuatan SPAN ini, Kementerian Keuangan mengeluarkan dana sebesar 27 juta dollar AS. Dana tersebut diperuntukkan bagi tiga tahun pembangunan dan 5 tahun masa pemeliharaan terhitung sejak tahun 2009. Selain teraplikasi secara penuh pada 2013, sistem ini juga akan terhubung dengan BI Government Electronic Banking (BIG-eB).

Dalam jangka pendek, SPAN akan mengadopsi layanan sebagaimana BIG-eB yang telah ada. Salah satu contohnya, transaksi transfer ke bank umum dalam rangka treasury single account dan pemindahbukuan antarrekening pemerintah di BI.

Sementara itu, untuk jangka panjang akan ada perluasan ruang lingkup layanan, yaitu penambahan transaksi transfer ke bank umum di luar TSA. Sebagai informasi, TSA merupakan suatu mekanisme pengelolaan uang negara di mana pada awal hari Kemkeu melakukan pemindahan dana dari rekening Kemkeu yang ditatausahakan di Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI) ke rekening bank operasional. Selanjutnya, dana tersebut akan dilakukan untuk kepentingan operasional pemerintah.

Pada akhir hari, jika ada sisa dana akan dikembalikan ke rekening pemerintah pusat yang dikelola di KPBI.

Secara terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo, mengungkapkan, interkoneksi antara SPAN dengan BIG-eB merupakan salah satu upaya BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Pertama, perlunya penguatan koordinasi operasional dalam penatausahaan dan pengelolaan rekening. Kedua, perlunya persiapan interkoneksi antara sistem BIG-eB di BI dan SPAN di Kemkeu dalam koridor single point of contact," ujar Ardhayadi.

Ketiga, ujar dia, perlunya mengakomodasi detil kebutuhan pihak Kemkeu dalam pengembangan sistem BI-RTGS (Real-Time Gross Settlement) Generasi 2.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/10/23/10022641/Kemkeu.SPAN.Te...

Agus-r/jat

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 4.2 (6 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

interkoneksi pada SPAN

Dengan terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo, streaming rcti mengungkap, interkoneksi pada SPAN dengan BIG-eB adalah satu diantara usaha BI dalam melindungi kestabilan ekonomi nasional.

Bagikan Artikel Ini :

IT - Jaringan

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.